Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK)
SMP Negeri 1 Pontianak merupakan
salah satu institusi pendidikan menengah pertama yang secara rutin
menyelenggarakan kegiatan pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan
Kesehatan (PJOK). Kegiatan ini, sebagaimana ketentuan kurikulum yang berlaku,
dilaksanakan di luar ruangan, memanfaatkan fasilitas lapangan yang tersedia di
lingkungan sekolah. Pelajaran olahraga ini diagendakan pada rentang waktu pagi
hingga siang hari, yang dianggap sebagai waktu optimal bagi siswa untuk
melakukan aktivitas fisik.
Pada hari Jumat, 19 September 2025,
telah dilaksanakan kegiatan pembelajaran
PJOK untuk kelas IX F. Kelas tersebut dibimbing dan diajar langsung oleh Bapak
Rifni, S.Pd., seorang guru yang bertanggung jawab dalam penyampaian materi dan
penilaian praktik olahraga. Bapak Rifni, S.Pd. telah menetapkan peraturan wajib
bagi seluruh siswa untuk mengenakan seragam atau baju olahraga lengkap sebagai
bagian dari kedisiplinan dan kenyamanan dalam bergerak.
Total jumlah siswa pada kelas IX F
yang terdaftar adalah 31 siswa. Komposisi gender dari kelas tersebut terdiri
atas 14 siswa laki-laki dan 17 siswi perempuan. Dari total siswa tersebut,
tercatat adanya beberapa temuan terkait kehadiran dan kelengkapan seragam. Satu
orang siswa laki-laki tidak hadir dalam sesi pembelajaran tersebut. Dua orang
siswa laki-laki teramati tidak mengenakan seragam olahraga yang diwajibkan,
namun tetap diizinkan mengikuti pelajaran setelah mendapatkan teguran dan
dicatat oleh guru. Seluruh siswi perempuan (17 orang) hadir dan mengenakan
seragam olahraga dengan lengkap dan rapi.
Kegiatan pembelajaran PJOK dimulai
dengan tahapan yang sistematis, diawali dengan sesi pemanasan (atau disebut
juga pemanasan statis dan dinamis). Pemanasan ini merupakan prosedur wajib yang
bertujuan untuk mempersiapkan otot dan sendi, sehingga meminimalkan risiko
terjadinya cedera selama kegiatan inti berlangsung. Setelah pemanasan selesai,
Bapak Rifni, S.Pd. mengarahkan siswa untuk memasuki materi utama pelajaran.
Materi pokok yang diajarkan dan
dinilai tersebut adalah sepak bola, dengan fokus pada teknik dasar tertentu.
Lokasi yang digunakan untuk praktik dan pengambilan nilai adalah Lapangan Voli
1 SMP Negeri 1 Kota Pontianak, yang untuk sementara waktu dikonversi menjadi
arena praktik sepak bola. Pemilihan lokasi ini menunjukkan fleksibilitas dalam
penggunaan fasilitas sekolah.
Untuk mendukung praktik materi
sepak bola, guru menggunakan beberapa peralatan sederhana namun penting.
Peralatan yang digunakan meliputi tiga buah bola sepak standar dan enam buah cone
(kerucut penanda). Keenam cone tersebut disusun sedemikian rupa untuk
membentuk simulasi lintasan praktik dan gawang.
Selama proses praktik berlangsung,
fokus utama penilaian yang dilakukan oleh Bapak Rifni, S.Pd. terletak pada dua
aspek fundamental. Penggunaan Teknik: Siswa dinilai berdasarkan ketepatan dan
kebenaran mereka dalam mengaplikasikan teknik passing dan shooting
sepak bola. Akurasi dan Efektivitas: Tingkat keberhasilan siswa dalam
mengarahkan bola menuju gawang yang ditandai dengan cone menjadi penentu
nilai.
Tingkat keberhasilan siswa dalam
melaksanakan teknik dan akurasi ini secara langsung menentukan seberapa tinggi
nilai praktik yang akan mereka peroleh untuk materi sepak bola. Ini memang
merupakan momen krusial karena berfungsi sebagai hari pengambilan nilai
praktik, yang merupakan komponen penting dalam nilai rapor mata pelajaran PJOK.
Pelaksanaan pengambilan nilai
praktik diatur secara bergiliran berdasarkan nomor absen siswa, guna memastikan
setiap siswa mendapatkan kesempatan yang sama dan proses penilaian berjalan
tertib. Siswa diwajibkan melakukan serangkaian gerakan menendang atau menembak
bola dari tiga posisi atau tempat yang berbeda. Tiga tempat ini juga ditandai
dengan susunan cone di lapangan.
Tujuan utama dari praktik ini
adalah menguji kemampuan siswa dalam melakukan teknik passing (umpan)
dan teknik shooting (tembakan) yang mengarah ke gawang. Gawang di sini
tidak berupa gawang tidak permanen, melainkan dibuat atau dibatasi dengan
susunan cone. Siswa harus menunjukkan penguasaan teknik menendang yang
benar, termasuk perkenaan kaki yang tepat pada bola, agar tembakan yang
dilepaskan dapat meluncur akurat dan masuk ke dalam batas gawang yang telah
ditentukan. Keberhasilan dalam memasukkan bola ke gawang menjadi indikator
penting dalam penilaian praktik ini.
Secara keseluruhan, kegiatan
pembelajaran PJOK kelas IX F di SMP Negeri 1 Kota Pontianak pada hari Jumat, 19 September 2025,
berlangsung dengan tertib dan terstruktur. Pelaksanaan praktik sepak bola yang
berfokus pada penguasaan teknik passing dan shooting. Dari total
31 siswa, mayoritas menunjukkan kedisiplinan dalam kehadiran dan penggunaan
seragam. Meskipun terdapat tiga siswa yang tidak lengkap (satu tidak masuk, dua
tidak berseragam), proses pembelajaran tetap berjalan. Peralatan sederhana
berupa bola dan cone efektif digunakan untuk simulasi lapangan dan
gawang. Pelaksanaan praktik yang diatur secara bergiliran bertujuan untuk
menguji akurasi siswa dalam menendang bola ke gawang yang terbuat dari cone.
Keberhasilan dan penguasaan teknik yang ditunjukkan siswa dalam praktik ini
merupakan penentu nilai akhir mereka untuk materi sepak bola. Demikianlah hasil
pengamatan yang telah kami lakukan mengenai aktivitas olahraga kelas IX F dalam
rangka pengambilan nilai praktik materi sepak bola.


